Entri Populer

Jumat, 13 April 2012

Hikmah Shalat. tulisan versi arabic & latin


Hikmah Shalat
Bagi orang-orang yang mengamalkan ibaah shalat dengan baik, benar dan khusu’, dijamin akan memperoleh kesuksesan dunia-akhirat, sebagaimana dinyatakan Allah dalam firman-Nya :
×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
÷ØüÝø²ùw|f ü×ùæùPÝ|Ç÷¡ùº ü×øå ÷Ûüéùlû÷Æ÷C ,÷ØüÝøÚùÕüãøÖüÆC ÷d÷Çüº÷C üj÷¾
Qa aflahal mukminuuna, alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uuna.
Artinya : sesungguhnya beruntung orang2 yang khusu’ dalam shalatnya.”(Al-Mukminuuna 1-2)
Kata “Aflana” artinya : senang, jaya, bahagia, hasil maksud, beruntung atau sukses.
Menurut Imam Abul Qasim Al_Husein dalam kitabnya (Al-Mufradat fi Gharibil Quran),
bahwa  kata “Falah” itu mempunyai (2) pengertian; yakni falah di dunia dan falah di akhirat
Falah di dunia.
Dengan mengamalkan shalat (khususnya shalat lima waktu), seseorang berarti :
1.                        Melatih berlaku disiplin
Disiplin, artinya kepatuhan menjalankan peraturan dan hukum karena kesadaran diri (bukan takut sanksi). Dan shalat lima waktu itu diperintahkan Allah, surat Hu 114:
×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
û÷ØùC ùÈüê@û÷ÆC ÷ÛùÕ Dú»@÷Æøo÷Ü ùmD÷æ@û÷ÚÆCëùº ÷n÷¨ ÷õ|ÝÇû÷¡ÆC ù×@ù¾÷C÷Ü
÷Ûüéùnù û÷lÇùÆ è|nü ûùlÆC ÷ÄùÆ÷k ùO|Dûùêû÷sÆC÷ÛüMùå üjøé ùR|Ú÷s÷cüÆC
“dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”.
“tharafayin-nahaar (i)”. mempunyai dua tepi. Yaitu tepi kesatu Fajar (shalat Shubuh) dan tepi kedua shalat Dhuhur dan Ashar.
2.            Mendidik ketenangan dan ketentetaraman jiwa.
Laku shalat diawali dengan ucapan “Allaahu Akbar” pada saat inilah seseorang dididik dan dilatih untuk sementara “putus hubungan jiwa dengan dunia” dilepaskannya diri dari segala macam kesibukan sehari-hari, dilupakannya segala kesenangan dan kesusahan ; seperti rasa “cemas, gelisah, emosional dan lain-lain” maka lahirlah sifat-sifat jiwa yang terpuji yaitu “ketenangan dan ketentaraman “. Kmudian diakhiri dengan ucapan “assalamu’alaikum warahmatullaah (i)”, damailah engan semua beserta rahmat Allah.
3.                     Membentuk budi pekerti yang luhur.persiapan yang dilakukan sbelum shalat, mewajibkan suci badan dari hadats, serta bersih badan, pakaian dan tempat dari segala yang dinajiskan. Kemudian sewaktu shalat itu berlangsung dituntut untuk berdzikir, tilawatul-Quran, tasbih, tahiyyah, tasyahud, doa dan memohon maghfirah.

Allah berfirman :
×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
ëû÷Ç÷¡÷º  ùç@û÷L÷m ÷×@ürC÷n÷Â÷k÷Ü  . ëû|Â÷p@@÷P üÛ@÷Õ ÷d@÷Çüº÷C üj@÷¾
Qad aflaha mantazakkaa. Wadzakarasmi rabbihi fashallaa.
Artinya sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri. Dan ia ingat nama Tuhannya (berzikir), mlalu ia shalat”. (Al_A’laa 14-15)
Ucapan-ucapan dzikir seperti tersebut yang diucapkan dikala shalat, akan menumbuhkan sifat-sifat jiwa yang luhur lagi mulia, seperti cinta akan kebersihan jasad serta lingkungan, dan cinta akan kesucian hati sepeti tunduk, merendah diri serta hormat kepada kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Dan sebaliknya akan terhindarlah dari sifat-sifat jiwa jelek yang keji dan munkar.
×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
.ün÷ÃüÚøÖüÆC÷Ü  ùôÿÿB÷wüc÷»üÆC ùÛ÷± ë|æüÚ÷P  ÷õ|Ý÷Çû÷¡ÆC û÷ØùC
Innash-shalataata tanhaa ‘anil fahsyaa-i walmunkar.
Artinya : Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar.
4.            Menanaam jiwa optimis.
Sebagaimana telah kita maklumi, bahwa ibadah shalat itu terdiri dari serangkaian dzikir dan do’a (permohonan). Maka Nabi saw telah mengingatkan :
üÛùÕ øjüM÷²üÆC øØüÝøÃ÷éD÷Õ øK÷nü¾÷C ,×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
ùôD÷±ûøj@ÆC  ÷Û@ùÕ  ùçüê@ùº  CüÜøn@ùUü ÷D÷º þj@ùXD÷r ÷Ýøå÷Ü  ùç@@ûùL÷m
Aqrabu maayakuunul ‘abdu min rabbihi wahuwa saajidun fa-aktsiruu fiihi minaddu’aa-i.
Artinya : Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya ialah dikala hamba itu (sujud), karena itu perbanyaklah permohonan di dalamnya”,(H.r. Ahmad, Abu Daud dan Nasai).
Apabila seseorang mempunyai sesuatu harapan dan cita-cita, atau bertemu dengan sesuatu masalah yang rumit lagi sulit, tidak lagi mampu dipecahkan dengan ikhtiar (otaknya). Janganlah ia berputus asa, hendaklah segeralah ia mengadu serta memohon kepada Allah dengan mengamalkan shalat.
ùõ|ÝÇ÷¡ÆC÷Ü ùnüMû÷¡ÆCDùL üÝøÚüêù÷QürC÷Ü , ×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
.................. ÷Û@üêù²ùw|güÆC  ë÷Ç÷±  û÷ËùC  þõ÷n@üêùM÷Ã÷Æ  D÷æ@û÷ÙùC÷Ü
Wasta’iinuu bish-shabri wash-shlaati wainnahaa lakabiiratun illaa ‘alaal khaasyi’iina.
Artinya : Dan usahakanlah pertolongan dengan bersifat sabar dan mengerjakan shalat, dan sesungguhnya shalat itu (memang) berat selain dari orang-orang yang tunduk hatinya (kepada Tuhan)”. Al-Baqarah 45).
Sewaktu sujud dalam shalat itulah, sampaikan segala rupa hajat setelah mengucapkan tasbih sujud yang ituntunkan Nabi saw. Dengan kata lain, boleh sajalah anda (menyusun) do’a dengan bahasa sendiri apa yang anda kehenaki setelah tasbih sujud itu. Ajaran ini akan melahirkan jiwa optimis (penuh harap) kepada seseorang.
5.            Membingbing jiwa sosial.
Dikala duduk simpuh bertahiyat, antara lain kita mengucapkan : assalaamu ‘alaina wa’alaa ‘ibadillaahish-shaalihiina, “semoga keselamatan bagi kami dan hamba-hamba Allah yang baik-baik”, allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’alaa aali Muhammad (in) makaa shallaita ‘alaa ibrahiima(a) wa’alaa Ibrahiim, “Ya Allaah, semoga Engkau menambah rahmat kebahagiaan kepada Muhammad dan keluarganya dst…….an terakhir kita ucapkan : assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi (i),” semoga selamalah engkau semua beserta rahmat Allah”.
Ucapan ucapan itu, jelaslah bukan ucapan yang egois, tetapi membimbing kita ke arah jiwa sosial, yakni memperhatikan kepentingan orang lain dengan wujud “do’a” yang mengandung keselamatan dan kemaslahatan bersama.
6.            Membersikan jiwa  dari noda (dosa).
Dengan mengamalkan “shalat lima waktu” didalam sehari semalam, qakan menghapuskan kesalahan-kesalahan atau dosa yang telah kita perbuat, selama kita terjauh ari melakukan dosa besar.
Nabi Muhammad saw. Bersabda :
ü×øÂùj÷b÷C ùKD÷MùL Cúnüæ÷Ù  û÷Ø÷C üÝ÷Æ , ×êbnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
üÛùÕ ë|¿üM÷é  üÈ÷å \OC û÷n÷Õ ÷tüÖ÷f \ÔüÝ÷é  ûøÈø øçüÚùÕ øÈùs÷Qü·÷é
,ùtüÖ÷güÆC ùOC÷Ý÷Çû÷¡ÆC øÈüUùÕ ÷ÄùÆ÷l÷º  :÷ÅD÷¾ ? þñüê÷v  ùç@ùÙ÷m÷i
......................................D÷éD÷©÷güÆC  û÷ÛùæùL  øÓCC  üÝøcüÖ÷é
Lau anna nahraan bibaabi ahadikum yaghtashilu minhu kulla yaumin khamsa marratin hal yabqaa min daranihii syai-un ? qala : fadzalika mitslush-shalaatil khamsi, yamhumllaahu bihinnal khathaayaa. ) sunan abii dawud –juz 1 : 23)
Artinya : sesungguhnya sekiranya seseorang di antara kamu (tinggal) di tepi sungai, ia mandi lima kali  setiap hari, adakah kiranya daki-daki yang tinggal sedikit pun padanya? Beliau berkata : “maka yang demikian itu adalah serupa dengan mengamalkan shalat lima waktu (yang karenanya) Allah akan menghapuskan dosa-dosanya”. Sunan Abi Daud, Juz 1 : 23)
Falah di akhirat
Yang dikendaki “falah di akhirat”, ialah kehidupan yang abadi, memiliki kekayaan yang tak terbatas, kemuliaan yang tak mengenal kehinaan, dan ilmu pengetahuan yang mutlak.
Demikianlah, hikmah daripada shalat itu, wallaahu a’lam.       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar